"BEST PRACTICE PENINGKATAN KOPETENSI PEMBELAJARAN TH 2022"
04/07/2022 - By Ninik Sriwidati, SE


KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbilalamin, puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat serta hidayahNya, kekuatan dan kelancaran dalam menyelesaikan penulisan best practice ini. Salam dan shalawat selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik kita dalam menjalani kehidupan ini. Karya tulis ini berjudul “Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif Dan Kewirausahaan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Media Power Point Interaktif dalam Materi Peluang Usaha” yang diimplementasikan pada kelas XII Akuntansi 2 semester Ganjil SMK Negeri 1 Bojonggede.
Laporan ini ditulis untuk memenuhi rangkaian Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP). Keberhasilan penyusunan laporan ini tidak lepas dari usaha dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis dengan segala ketulusan hati mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :
- Aman Sihombing sebagai Kepala Sekolah memotivasi agar kegiatan yang diaktualisasikan senantiasa berjalan dengan baik.
- Bapak Andi Suhandi S.Pd sebagai Waka Kurikulum yang telah memberikan saran dan dukungan terkait pembuatan
- Ibu Yuni kurniati, ME selaku Kaprog Akuntansi yang selalu memberikan bimbingan dan dalam pembuatan laporan ini
- Keluarga, sahabat, dan teman-teman sejawat Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Mata Pelajaran Pendidikan Kreatif dan Kewirausahaan.
Semoga tulisan ini dapat memberikan kontribusi kepada guru-guru dan pihak yang membutuhkan. Penulis menyadari best practice ini masih sangat jauh dari kata sempurna sehingga penulis mengharapkan saran atau kritikan yang sifatnya membangun, agar kedepannya bisa lebih baik.
Bogor, 13 Juli 2022
Penulis
Ninik Sriwidati, SE
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................................. ii
PENDAHULUAN................................................................................................................. 1
PEMBAHASAN................................................................................................................. 3
KESIMPULAN................................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... 11
Lampiran
- PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pada saat pelaksanaan proses pembelajaran tidak lepas dari permasalahan. Masalah yang ditemui khususnya ketika siswa mengalami kurangnya motivasi dalam belajar. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Seorang peserta didik akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Peserta didik akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Faktor-faktor penyebab siswa mengalami penurunan motivasi dalam belajar adalah menurunnya minat, sikap siswa dan aspek jasmani pada siri siswa. Faktor lain yang juga mempengaruhi diantaranya lingkungan keluarga, lingkungan sosial dan lingkungan sekolah hal ini dikemukakan oleh
Kurangnya motivasi belajar merupakan salah satu gejala dalam proses belajar yang ditandai dengan berbagai tingkah laku yang berlatar belakang dalam diri maupun di luar diri siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab siswa mengalami penurunan motivasi dalam belajar adalah menurunnya minat, sikap siswa dan aspek jasmani pada siri siswa. Faktor lain yang juga mempengaruhi diantaranya lingkungan keluarga, lingkungan sosial dan lingkungan sekolah.
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah antara lain :
- Motivasi belajar siswa masih rendah sehingga siswa kurang aktif dalam mengikuti KBM.
- Siswa mengalami kesulitan saat menyelesaikan soal praktek dalam membuat produk
- Proses pembelajaran masih berpusat pada guru.
- Keterbatasan Waktu pembelajaran dan penilaian
- Keterbatasan kemampuan penggunaan teknologi oleh siswa.
Dalam situasi ini salah satu model pembelajaran yang tepat diterapkan untuk meningkatkan aktifitas dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah pada pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
- Model problem based learning dipilih menjadi inovasi dalam pembelajaran karena selama ini model yang digunakan saat pembelajaran masih monoton dan tidak membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran.
Model ini memiliki kelebihan membantu guru/pendidik memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada peserta didik, dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berfikir Model PBL tentunya dapat membiasakan peserta didik untuk mengembangan keterampilan berpikir kritis.
Menurut saya praktik baik ini penting dibagikan karena sebagian besar guru mengalami permasalahan yang sama seperti saya, sehingga diharapkan dapat memotivasi diri dan rekan guru yang lain dalam mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. Dengan menerapkan model pembelajaran yang inovatif serta didukung media pembelajaran yang menarik bisa melibatkan siswa secara aktif dan saling berkolaborasi dalam pembelajaran.
Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini adalah sebagai guru dan peneliti yang memiliki tanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam kelas, khususnya yang berkaitan dengan perbaikan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Dalam hal ini guru berperan dalam praktik pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Produk Kreatif Kewirausahaan Kelas XI Akuntansi 2:
- Menyiapkan perangkat pembelajaran yang lengkap, yang terdiri dari RPP, media pembelajaran, bahan ajar, lembar kerja peserta didik dan instrumen penilaian peserta didik
- Melakukan seting kelas. Termasuk di dalamnya mengatur tempat duduk peserta didik, letak LCD proyektor, letak layar untuk tampilan LCD, serta HP untuk merekem video.
- Melaksanakan praktik pembelajaran dengan menggunakan model PBL.
- Melakukan penilaian hasil belajar peserta didik setelah kegiatan praktik.
- Memilih dan menerapkan model pembelajaran yang mampu memotivasi dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik
Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan pengamatan, kajian literatur, wawancara guru, dan pakar, ada beberapa tantangan yang terjadi dalam pelaksanaan model pembelajaran inovatif yaitu:
- Dalam proses pembelajaran masih ada siswa jarang terlibat untuk menyelesaikan masalah atau enggan untuk menyampaikan pendapat, akibatnya siswa jadi tidak percaya diri dalam pembelajaran yang menggunakan model inovatif
- Terkendala saat penilaian siswa secara individu saat bekerja kelompok
- Ketergantungan siswa terhadap guru menyebabkan siswa kurang terbiasa dengan perubahan model pembelajaran.
- Model Problem Based Learning (PBL) membutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai tujuan pembelajaran sehingga guru dan siswa harus mampu memanfaatkan waktu dengan efektif.
- Terkendala jaringan internet saat pembelajaran berlangsung menggunakan media Power Point aplikasi online (Aplikasi Canva)
Dengan adanya tantangan di atas maka sebagai guru dituntut untuk reatif dalam memanfaatkan model pembelajaran dan media yang tepat dan inovatif sehingga akan mendukung proses pembelajaran.
- PEMBAHASAN
- Tujuan
Tujuannya
- Setelah dilaksanakan pembelajaran materi ini diharapkan siswa mampu :
- Menganalisis pengertian peluang usaha dengan penuh rasa ingin tahu, mandiri dan bertanggung jawab
- Menganalisis peluang usaha berdasar analisis SWOT dengan benar
- Menganalis peluang usaha dari suatu produk barang/jasa dengan rasa ingin tahu.
- Menyajikan hasil analisis peluang usaha secara berkelompok dengan penuh rasa ingin tahu, mandiri dan bertanggung jawab
- Bahan / Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam praktik baik pembelajaran ini adalah materi kelas XI PH 1 untuk mata pelajaran Mata Pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan Materi Peluang Usaha
Pelaksanaan Kegiatan
- Kegiatan Pendahuluan :
Orientasi pada pesera didik
- Guru bersama siswa saling menyapa, menjawab salam dan bertanya
- Persiapan pembelajaran guru meminta siswa berdiri dan melihat keadaan sekitar
- Guru dan siswa bersama berdoa
- Guru mengasen siswa dan siswa merespon
- Guru memberikan tujuan pembelajaran pertemuan serta memberikan motivasi kepada siswa
- Guru memberikan pretest dengan bentuk gogleeform
- Kegiatan Inti :
- Kegiatan Inti Fase
Penentuan pertanyaan mendasar
- Peserta didik diminta untuk mengamati (gambar, video analisis peluang usaha untuk merangsang timbulnya pertanyaan
- Siswa mengamati ilustrasi cara menentukan peluang usaha
Fase 2: COLLABORATION (Kerjasama), bertanggung jawab (PPK) Mengorganisasi Siswa
- Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai penentuan peluang usaha
- Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain jika ada yang bisa menjawab pertanyaan dari siswa
Fase 3: Membimbing COLLABORATION (Kerjasama), bertanggung jawab (PPK) Guru memberikan permasalahan kepada siswa secara kelompok dan membimbing siswa untuk menganalisis, permasalahan dalam menentukan peluang usaha
Fase 4 : Memonitor Peserta Didik COLLABORATION (Kerjasama), bertanggung jawab (PPK) Mengembangkan dan menyajikan hasil Karya Siswa secara berkelompok memecahkan masalah yang diberikan oleh guru lalu mempresentasikannya degan berdiri ditempat kelompoknya
Fase 5 : Evaluasi Pengalaman Belajar Menganalisis dan Mengevaluasi Siswa secara bersama-sama dan bergantian memberikan pendapat, masukan dan koreksi terhadap hasil pekerjaan temannya (4C/critical thinking, collaborasi)
Penutup
- Guru memberikan post tes
- Guru dan siswa merangkuman materi pembelajaran saat itu
- Guru memberikan tugas kepada siswa di LKPD
- Menyampaikan informasi tentang materi yang akan dibahas pada pertemuan yang akan datang
- Guru mengakhiri kegiatan dengan memberikan motivasi kepada siswa lalu menutup kegiatan pembelajaran dengan sala
- Penutup Post tes, Kesimpulan, Refleksi, Do,a penutup
- Media dan Instrumen
Media pembelajaran yang digunakan adalah Laptop, LCD proyektor, video, power point. Instrumen yang digunakan dalam praktik baik ini ada 2 macam yaitu (a) instrumen untuk mengamati proses pembelajaran berupa lembar observasi dan (b) instrumen untuk melihat hasil belajar siswa dengan menggunakan (a) tes tulis pilihan ganda dan uraian singkat dan insrumen penilaian presentasi
Berdasarkan tantangan yang telah disebutkan, maka guru diharuskan untuk melakukan strategi yang inovatif yaitu dengan cara :
- Dalam proses pembelajaran siswa diupayakan untuk melibatkan dirinya agar pemahaman konsep yang diterimanya lebih bermakna dan menyenangkan.
- Bersikap profesional dalam melaksanakan penilaian
Saat penilaian hasil kerja siswa menggunakan pedoman penilaian serta rubric penilaian yang sudah ditentukan sehingga nilai siswa bisa teukur secara proposional
- Memanfaatkan media belajar digital supaya siswa menjadi lebih tertarik serta guru tidak kesulitan dalam merancang pembelajaran di kelas. Hal ini berdasar pada teori yang disampaikan oleh ELINE DINA SAPTIA
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATERI PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DI SMKN 10 SURABAYA,
https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/35/article/view/108 22
Perkembangan IPTEK semakin mendorong upaya pembaharuan
dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi untuk proses belajar.
- Melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan sintak-sintak pada model pembelajaran yang digunakan.
- Mengembangkan pembelajaran yang terintegrasi dengan TPACK dan penggunaan aplikasi untuk menunjang aktivitas belajar peserta didik
- Waktu dan Tempat Kegiatan
Praktik ini dilaksanakan pada tanggal 6 sampai 10 Juli tahun 2022 bertempat di Kelas XI Akunansi dan Keuangan Lembaga SMK Negeri 1 Bojong Gede.
- KESIMPULAN
Dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan dampak positif, baik dari keaktifan, kerjasama dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Dengan penerapan model pembelajaran ini, kegiatan belajar siswa menjadi lebih bermakna.
Hasil dari pelaksanaan model PBL tersebut sangat efektif dalam meningkatkan keaktifan dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Dilihat dari tingkat ketuntasan belajar hasil postes siswa menunjukkan ketercapaian ketuntasan belajar peserta didik mencapai 93%, sehingga dapat disimpulkan bahwa model PBL sangat efektif dalam meningkatkan keaktifan dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah.
Respon siswa terhadap penerapan model PBL sangat positif, hal ini tercermin dari pengamatan guru terhadap proses belajar siswa. Respon guru atau rekan sejawat berdasarkan survei sangat positif, hal ini terlihat dari dukungan teman-teman guru dalam membantu proses kegiatan ini..
Pembelajaran yang diperoleh dari keseluruhan proses aksi adalah saya mendapat umpan balik positif dari siswa dan teman sejawat dalam penerapan model PBL .
Selain itu, saya merasakan manfaat yang sangat besar dalam menerapkan model pembelajaran ini, yaitu bisa memberikan praktek nyata pemanfaatan aplikasi Canva dalam pemecahan masalah bagi siswa, memberikan motivasi siswa dalam menyelesaikan projek dengan kerja sama team, memotivasi siswa untuk dapat berani berkominikasi didepan kelas, memotivasi siswa untuk percaya diri dalam memgemukakan pendapat.
Adapun Recana Tindak Lanjut ( RTL) yang saya coba buat sesuai dengan kondisi dan keadaan permasalahan yang saya rasakan atau hadapi yaitu :
- Memperbaiki diri dengan membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
- Menggunakan Model pembelajaran inovatif sesuai dengan sintak-sintak nya
- Membuat LKPD yang menarik dan efektif agar tujuan pembelajaran mudah tercapai.
- Membiasakan membuat soal-soal HOTS
- Mengikuti pelatihan-pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis IT
Melakukan desiminasi tentang pelajaran yang di dapat selama kuliah PPG bersama MGMP dan teman sejawat
- Pihak siapa saja yang akan terlibat di setiap masing-masingrencana kegiatan yang dirancang.
Yang terlibat dalam mencapai tujuan kegiatan rencana tindaklanjut ini yaitu:.
- Guru berperan dalam merancang dan melaksanakan perangkat pembelajaran sesuai yang telah dibuat.
- Peserta didik SMK Negeri 1 Bojonggede berperan sebagai peserta yang terlibat langsung dalam mencapai tujuan pembelajaran.
- Kepala Sekolah terlibat dalam memfasilitasi memberidukungan dalam mencapai tujuan rencana tindak lanjut.
- Rekan guru membantu memberikan saran dan masukandalam pembelajaran yang dilaksanakan.
- Orangtua peserta didik memberikan dukungan untukanaknya mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah
DAFTAR PUSTAKA
Iman Firmansyah.2023. Projek Kreatif dan Kewirausahaan Fase F SMK Kelas XI, Jakarta : Humaniora
Anna Monalita de Fretes, S.Pd., M.Pd. 2020. Modul pembelajaran Ekonomi XI @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN. Jakarta
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Komplek kemdikbudristek Jalan RS. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan https://buku.kemdikbud.go.id, 2022
e-Modul 2019 Direktorat Pembinaan SMA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Soerjandari, Erna, dkk. 2016. Modul Mata Pelajaran Kewirausahaan. Jakarta : Guru pembelajar
Eline Dina Saptia. Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Pada Materi Pajak Penghasilan Pasal 21 Di Smkn 10 Surabaya,
https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/35/article/view/108 22
Hakim, S. (2023). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Akutansi Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Siswa Kelas Xii Akl Di Smk Negeri 2 Selong Pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023. NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 4(1), 110–126
Link Url: https://doi.org/10.55681/nusra.v4i1.555
Lampiran
Foto- Foto Kegiatan






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMK NEGERI 1 BOJONG GEDE
Mata pelajaran : Produk Kreatif Kewirausahaan
Kelas / Semester : XI/3
Materi Pokok : Peluang Usaha
Alokasi Waktu : 1 x 2JP x 45menit
Tahun Pelajaran : 2023/2024
A. Kompetensi Inti
KI-1 (Spiritual):Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI-2 (Sosial) :Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun,peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI-3 (Pengetahuan : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, rosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI-4 (Keterampilan): Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
- Kompetensi Dasar
- Menganalisis peluang usaha produk barang/jasa
- Menentukan peluang usaha produk barang/jasa
- Indikator Pencapaian Kompetensi
- Memahami analisis SWOT
- Menerapkan metode analisis peluang usaha secara sederhana
- Menganalis peluang usaha dari suatu produk barang/jasa
4.2.1 Menentukan peluang usaha produk barang/jasa
- Mempresentasikan hasil analisis peluang usaha

H. Media dan Bahan






Tabel Penilaian Sikap Kelas : XI AKL 2




























Lampiran Kegiatan

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Serah Terima Jabatan PLT. Kepala Sekolah SMKN 1 Bojonggede
Telah dilaksanakan serah terima jabatan dari PLT Kepala Sekolah SMKN 1 Bojonggede, Bapak Drs. Mahdi, M.Pd, kepada PLT Kepala Sekolah yang baru, Bapak Andi Suhandi, M.Pd
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SMKN 1 Bojong Gede Minggu Kedua September 2025
Selamat Datang Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Menyongsong Indonesia Emas 2045 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Preside
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SMKN 1 Bojong Gede Minggu Pertama September 2025
Selamat Datang, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto untuk Indonesia Nama Se
LITERASI SMKN 1 BOJONGGEDE
Kegiatan rutinitas Literasi SMKN 1 Bojonggede yang diselenggarakan oleh Osis dan Perpustakaan NESABO yang bertujuan untuk menumbuhkan kembangkan pembiasan baik dalam berliterasi
Kejuaraan Thematic Bed Making Competition
SMKN 1 Bojonggede meraih prestasi kejuaraan di Thematic Bed Making Competition yang dilaksanakan di Ji Expo Kemayoran Jakarta pada tanggal 23 dan 24 Juli 2025, diikuti oleh 34 Peserta d
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI GURU PENGGERAK PROVINSI JAWA BARAT
Design By Nuvita Retna Sari, S.PdLink Youtube https://youtu.be/D-gd5ipG3eo?si=s5sgp0zHFH0GUBPY
Benarkah Akuntansi memusingkan?
Benarkah Akuntansi memusingkan? Kata-kata Akuntansi memusingkan karena terlalu banyak angka, karena terlalu b
Pembukaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) Tahun 2022
Kepala Sekolah dan Wakasek beserta jajaran Tim Assesor SMKN 1 Bojong Gede
Artikel Sanitasi
07/02/2022 - by Shelby Antikarani PENDAHULUAN Pandemi covid-19 menyadarkan kita betapa pentingnya air dalam kesehatan masyarakat. Anjuran mejaga kebersihan dan Kese
BEST PRACTICE
LAPORAN BEST PRACTICE PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN TAHUN 2021 Meningkatkan Motivasi, Keaktifan dan Kompetensi Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Projek Kreatif da